Inilah 3 Anak Yang Mengispirasi Dunia Karena Kisah Kehidupannya


Masa Anak-anak ialah masa dimana kita masih dalam kesenangan bermain, berangan-angan tinggi serta masih lugu-lugunya, namun  berbeda dengan anak-anak yang menginspirasi dunia ini dengan kisah kehidupannya yang diisi dengan kesedihan dan perlakuan yang tak adil harus mereka sandang di usia yang dibilang masih belum cukup umur, mereka adalah anak-anak hebat yang mampu menahan betapa berat dan pahitnya kehidupan ini. Namun dengan kenyataan hidup yang harus mereka lakukan mereka menapat penghargaan serta mampu membuka mata hati ribuan umat di dunia yang fana ini. Siapa saja anak-anak tersebut mari kita baca kisah kehidupan mereka di artikel ini.

1.  Samantha Smith

Seorang anak perempuan yang berusia 10 tahun, yang terkenal pada saat peperangan antara Uni Soviet dan Amerika, anak yang cukup belia ini bingung dengan keadaan kala itu hingga ia memutuskan untuk mengirimkan sebuat surat yang langsung di tujukan kepada Yuri Andropov, pemimpin dari Uni Soviet. Dalam surattersebut Samantha menanyakan “kenapa hubungan antara Amerika dan Uni Soviet begitu menegangkan”. Tak lama setelah surat itu sampai salah satu koran Uni Soviet yakni Pravada mempublish isi dari surat Samantha. Melihat tak adanya surat balasan dari pemimpin Uni Soviet, ia memutuskan untuk mengirim surat keduanya kepada Uni Soviet , yang berada di kedutaan besar Amerika Serikat, surat tersebut menanyakan apakah sudah ada balasan dari Andropov. Taka lama setelah surat tersebut perseteruan Negara tersebut kian membaik.

Setelah menarik perhatian di kedua Negara , Samantha mendapatkan sebuah panggilan “GoodWill Ambassador”.  Pada usianya yang sangat belia tersebut ia di angkat menjadi Duta Besar Amerika Serikat” dan pada saat itu pula ia menerbitkan sebuah buku yang cukup terkenal  dan beberapa kali buku tersebut muncul di TV. Namun sayang pada usianya ke 13 tahun ia harus meninggal karena kecelakaan pesawat.

2.  Iqbal Masih

Sejak usianya 4 tahun ia harus merasakan bagaimana pahitnya kehidupan ini, di jual dengan harga yang murah yakni U$$ 12 kepada industry karpet ia dijadikan budak disana dan di paksa bekerja 12 jam dalam sehari. Karena pekerjaan yang terlalu lama dan umur yang belum cukup ia mengalami perlambatan dalam pertumbuhannya sehingga pada usai 11 tahun tubuhnya masih seperti anak yang berusia  11 tahun. Pada usia 10tahun ia melarikan diri dari perbudakakan yang sangat kejam tersebut. Dan pada saat itu ia bergabubg dengan komunitas Front pembebasan buruh Bond Pakistan tujuan yang ia kehendaki dengan bergabung di komunitas ini ialah menghentikan yang namanya perbudakan anak di bawah umur. Waktu terus berjalan hingga ia menyelamatkan 3.000 anak Pakistan yang tergabung dalam perbudakan .

Namun aksi heroic yang ia lakukan terhadap anak-anak itu terendus oleh perindustrian budak di Pakistan hingga ia diduga di bunuh  oleh anggota “Carpet Mafia”. Karena di anggap mencemarkan nama baik perindustrian tersebut. Penghargaan yang di peroleh iqbal antara lain Reebook Human Right Award dan Penghargaan Hak anak.

3.  NKosi Jhonson

Anak ini di sebut sebagai “Ikon perjuangan Untuk Hidup “ Oleh Nelson Mandela karena keberaniannya mengungkapkan pendapat mengenai Penyakit HIV Aids yang di deritanya. Sebelumnya ia tidak menyadari bahwa ia terserang penyakit HIV karena factor keturunan, ia di vonis mengidap Hiv Aids tatkala di sekolah Nkosi mengadakan pemeriksaan mengenai penyakit mematikan tersebut. Hingga akhirnya sekolahan Nkosi menolak kehadirannya di sana karena penyakit tersebut, berita itu menyebar luas hingga pada suatu saat Nkosi menjadi pembicaraan di 13 Konferensi AIDS Internasional, Konferensi itu membahas mengenai pengidap HIV aids harus berani mengungkapkan agar mendapat perlakuan yang sama. Saat itu Nkosi maju dan menyambut dengan kata sambutan yang berbunyi:

"KITA SEMUA MANUSIA YANG SAMA ,SAMA-SAMA MEMILIKI TANGAN, KAKI, DAPAT BERJALAN,BERBICARA, KAMI MEMLIKI KEBUTUHAN YANG SAMA SEPERTI ORANG LAIN, JANGAN TAKUT PADA KAMI, KARENA KITA SEMUA SAMA."

Kata-kata tersebut menjadi pembicaraan public kala itu hingga suatu ketika ia mendapatkan hadiah perdamaian internasional Anak dari Mikhail Gorbachev. uang senilai $100.000 dari Yayasan KidsRights serta patung ukiran dengan namanya. Kehidupan Nkosi di muat dalam sebuah buku yang berjudul “WE” di karang olek Jim Woote

Nah itulah segelintir kisah-kisah  anak yang dapat kita petik pelajaran darinya, kehidupan ini keras kalu kita lemah, tapi akan lunak ketika kita kuat. Semoga kita semua dapat mendapat mengambil hikmah dari kisah keras anak-anak tersebut.

2 comments:

  1. Iqbal, Nkosi dan Samantha ini memang inspirasi bagi dunia, keetuan pernah baca litelaturnya sekilas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah pastinya litelaturnya tersebut mengisahkan betapa hebatnya kehdupan mereka, terimakasih telah mampir

      Delete