Showing posts with label Cerita. Show all posts

70% Biaya Kuliahku Berasal Dari Kebun Ini.


"Saya tak mau kuliah karena kuliah itu sulit, belum lagi biayanya yang cukup mahal". kutipan itu hanyalah kutipan bagi setiap orang yang menyerah sebelum berperang dan kutipan bagi setiap orang yang tak ingin masa depan mereka lebih baik. "masa depan tak di tentukan oleh kuliah" itu benar, tetapi kuliah memberikan harapan yang lebih baik bagimu dan bagi semua orang.

Kuliah menurutku tidak sesulit yang di bayangkan, yang mengalami kesulitan hanyalah bagi mereka yang selalu menunda-nunda dan mereka-mereka yang tidak menikmati masa-masa kuliah. selama kalian menjalani dan menikmati yang ada kuliah bukanlah hal yang Sulit tapi Menyenangkan. soal biaya kuliah tentu setiap orang tua pasti mengusahakan yang terbaik untuk anaknya, tinggal bagaimana anaknya saja bagaimana ia menghargai jeri payah orang tuanya.

desa pantaibaru kalimantan selatan

Kebun yang saya miliki ialah kebun karet luasnya sekitar setengah hektar, namun kebun itu mampu membiayaiku kuliah. aku kuliah jurusan Teknik Informatika dan saat ini sudah menjadi angkatan yang terbilang tua karena sudah berada di semester 8, sebenarnya semester itu sudah bisa untuk mengambil Skripsi namun karena ada kendala akhirnya saya putuskan untuk mengambil tugas akhir di semester 9.

Kebun karet milikku baru bisa di panen setahun setelah saya kuliah dan Alhamdulillah hasilnya dapat mencukupi kuliahku hingga saat ini. susah senangnya berkebun karet itu ada juga, di mana pas harga karet anjlok perkilonya di hargai 5000 rupiah dan tidak sebanding dengan perjuangan menyadapnya. namun saat ini harga karet lumayan meningkat yakni 9500 rupiah per kilonya. saya rasa harga karet tergantung dengan harga minyak dunia.

kebun karet trans pantaibaru

Beliau adalah sosok pejuangku, dan beliaulah yang membiayaiku kuliah selama ini, perjuangannya tak dapat ku bayar dengan materi apapun tapi aku berjanji akan membanggakan beliau. meski aku tak dapat membalas jasa-jasa setidaknya aku mampu membanggakan mereka dengan prestasi dan raihanku selama ini. Bangun pagi dan langsung menyadap karet adalah pekerjaan beliau begitu terus kegiatannya setiap hari hingga saat ini, rasa lelah selalu menghampiri di setiap tangannya. 

pantaibaru

Tiap tetes getah ini akan membantu keberlangsungan kuliahku, dan saya beranggapan biaya yang saya dapat 70%nya ya berasal dari kebun ini. namun semua itu tak luput dari perjuangan ke dua orangtuaku yang selalu bekerja keras demi anaknya. Terimakasih atas kerja keras kalian. aku berjanji akan membanggakan kalian di hari esok dan hari-hari berikutnya.

Pengalaman Tanggal Tua Yang Mengenaskan

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.
mataharimall-kompetisi
Cerita Tanggal tua
Tanggal Tua ialah tanggal yang sering dijadikan sebuah alasan untuk membayar hutang saat seseorang menagih hutangnya, benar tidak ?? . tanggal tua berkisar antara tanggal 20-30, di antara tanggal-tanggal itu seseorang sering mengalami yang namanya depresi maupun kegalauan tingkat dewa, bagaimana tidak depresi “wong" semua kebutuhan pada tanggal-tanggal itu udah pada habisan” ,mulai dari kebutuhan dapur hingga keperluan lainnya. Terkadang tanggal tua bagi para pekerja tak begitu penting “toh” mereka masih banyak tabungan di bank sana sini, jadi adem ayem aja jadinya. Berbeda dengan anak kosan, tanggal tua selalu dijadikan kesan Horror yang mau tak mau harus di jalani dan di lewati.

Namaku Nanang Rizky Wijaya mahasiswa semester 6 yang “ngekos” dan tentunya  jauh dari peradaban orang tua, Anak kos identik dengan cara mereka mengatur keuangan, kalau gagal ngatur uang di awal dan tengah maka akibat yang di rasakan sangatlah perih di tanggal tua nanti, mengapa demikian ya karena di tanggal tua nanti siap-siap saja makan-makanan yang semuanya serba instant, saya yakin semua anak kos pasti ngalamin, untuk keuangan aku sendiri di kirimin satu bulan sekali, cukup gak cukup ya harus cukup, mau minta tambahan malu sama umur, udah gede masih membebani orang tua. Kisah yang bakal ku ceritakan ini merupakan kisah pengalaman pribadiku selama 3 tahunan menjadi anak kos dan bagaimanan horornya menghadapi Tanggal Tua.

“dreeet…dreeeet….dreeet” pagi itu hp ku bergetar tatkala mata kuliah pemrograman yang berlangsung begitu serius, Semua mahasiswa kala itu sangat antusias mendengarkan penjelasan Dosen, hingga getaran hp ku terdengar sayup-sayup, kuputuskan untuk meminta ijin keluar dengan dosen, ternyata telpon itu berasal dari bapakku, yang sudah mengirim jatah uang kos dan jajan untuk satu bulan.

“nang uangnya udah tak transfer, di pake yang bener jangan di gunakan untuk yang macem-macem”
. Dengan nada tegas bapakku menasehati.

“oke bos !!" jawabku singkat, jelas dan padat, obrolan kecilpun terjadi kala itu hingga bapakku memutuskan untuk  mengakhiri panggilannya. “Alhamdulillah”, dalam batin ini berucap. Segera Kuputuskan untuk melanjutkan mengikuti mata kuliah yang sedang berlangsung kala itu hingga usai.

****

Siang itu terik matahari menyengat hingga ke ubun-ubun, namun di imbangi dengan semilirnya angin yang berhembus kian menyejukkan, suasana kampus kala itu masih ramai di jejali mahasiswa tingkat bawah dan beberapa mahasiswa yang sibuk dengan TA-nya, dari kejauhan ku lihat sahabat akrabku dari satu kampung “mengawai” dan memanggil namaku, mengisyaratkanku untuk segera mendekat dan sepertinya ada sesuatu yang hendak di bicarakan, dengan semangat ku langkahkan kakiku menghampirinya. Namanya Faisal , teman dimana tempatku untuk meminjam uang tatkala tanggal tua datang, wajar jika aku sering meminjam uang padanya karena dia adalah pengusaha ayam tersukses di Kotabaru (kampung dimana aku tinggal).

“ngadem kah kita ?, yang lainnya sudah menunggu”. Kata faisal dengan mata berbinar
“jangan Lambat”. Kataku dengan lantangnya.

Ngadem itu isyarat buat kami untuk menuju tempat karaoke, tempat itulah yang bisa buat kami menghilangkan semua beban kuliah dan tempat kami mengadu vocal. Hehe. Tempat karaoke itu terletak pas di sebelah kampus kami wajar jika kami karaoke ke  situ tiap 2 hari sekali. Di awal bulan seperti ini kami anak-anak kos sangat Berjaya karena masih banyak uang kiriman yang kami terima, hingga kami lupa bahwa uang itu bakalan untuk keperluan sebulan. 

****

Keadaan Anak kos
Keadaan Saat Tanggal Tua

Gak sampai akhir bulan uang jatah ku telah ludes hingga hanya tersisa beberapa lembar lagi kebetulan tanggal itu tanggal tua , mau minta jatah lagi malu sama umur yang udah tua, kalo gak minta semua keperluan dapur dan keperluan mandi sudah habis. Dengan keyakinan pasti aku memilih untuk konsisten dengan pendirianku yaitu memilih untuk tetap mencukupkan jatah ku ini hingga akhir bulan.

Untuk mencukupi ku hingga akhir bulan aku menerapkan teori sederhana, makan 2 kali sehari dengan menu Rendang dan Bakso dalam bentuk kemasan Mie. Masalah ngampus nelpon temen suruh ngambilin (padahal gak punya bensin) dengan alasan kendaraan rusak. Ngenest lagi tatkala keperluan kamar mandi habis, semua yang ada di kamar mandi serasa terbalik 180 derajat, sabun cair yang numpahnya biasa saja kini harus di putar 180 derajat plus di berikan pencetan yang kuat biar sabunnya keluar, odol yang biasanya mencetnya biasa aja kini harus di gulung hingga ke pangkal demi mendapatkan isinya, Sampo yang  tak keluar isinya meski sudah di pencet-pencet harus di akali dengan menambahkan air ke dalamnya lalu di kocok hingga bisa di gunakan.

Kegiatan itu terus berulang-ulang hingga dimana titik melaratnya seorang anak kos sepertiku tiba yaitu habisnya semua keperlaun yang ada karena aku gagal dalam mengatur keuangan, jalan satu-satunya yang ku tempuh untuk melangsungkan kehidupan di kota orang ini yaitu meminjam uang kepada bos ayam Faisal, dialah pahlawan satu-satunya yang bisa kuharap. 

Dengan alasan santai, sore itu ku tancapkan gas ke rumah bos faisal di sana ku dapati teman-teman kampusku sedang berkumpul dan sepertinya sedang melangsungkan pesta kecil-kecilan, “wah asik ni “ dalam benakku berpikir. Langsung To The Point ku datangi Bos Faisal ,Tak berlama-basa-basi dia mengeluarkan satu lembar uang kertas berwarna biru dengan tujuan meminjamiku untuk melangsungkan kehidupan di tanggal tua . Disitu aku mulai terpikirkan “kalau begini terus bakalan gak cukup uang bulananku ke depannya”. Kebijakanku mengelola uang mulai muncul dari situ. 

Masa-masa sulit di tanggal tua masih berlangsung dengan suasana yang mencekam lebih mencekam dari film-film horror, uang yang ku pinjam itu harus bisa ku pertahankan hingga masa tanggal muda tiba, nah cara mempertahankan itu yang bener-bener susah, harus bisa nahan yang namanya nafsu untuk makan-makanan yang enak, nahan karaokean, dan nahan untuk membeli cemilan-cemilan yang menggugah selera. Dan bener saja cara itu begitu ampuh namun sangat menyakitkan, tak apalah toh tanggal tua sudah bisa kulewati dengan sakitnya.

****

Kini tanggal 1 telah tiba dan tentunya jatah ku untuk sebulan telah masuk kerekening bank milikku, tak beberapa lama setelah ku pikirkan hal tersebut handphoneku bergetar dengan sendirinya, ternyata SMS dari Bapakku ,beliau mengabarkan bahwa uang bulanan belum bisa di transfer karena pada saat itu bapakblagi ada kesibukan lain hingga tak sempat mengirimkan jatah bulanan di hari itu, namun beliau janji akan mengirimnya besok pagi, dalam benakku berpikir wah malam ini harus siap-siap lagi puasa karena stok rendang dan bakso dalam kemasan mie instant sudah habis kemaren sore.

Tanggal Tua
Nasi Goreng Ala Kadarnya

Tanggal tua yang sangat malang, syukur saja malam itu masih ku dapati beras yang cukup untuk satu piring, memutar otak kesana-kamari di apakan beras sisa kurang lebih satu gelas air mineral yang berukuran 220 ml, tak kehabisan akal akhirnya beras tersebut ku masak lalu kubuat nasi goreng dengan bumbu seadanya saja, meski rasanya agak aneh tapi kalau sudah kelaparan tetap saja rasanya enak bak makanan di restoran berbintang lima, haha. Tanggal tua kali ini memang kesalahanku sendiri karena aku tak bisa mengatur keuangan yang telah di amanahkan ayahku, akibat dari tak menggubris omongan beliau, aku harus melewati masa-masa sulit di tanggal tua bulan ini.

Keesokan harinya, uang bulannaku masuk kerekening, tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu dari bapakku, segera saja ku sms beliau pagi itu

“Terimakasih pak atas kirimannya”

Lama ku menunggu balasan dari beliau, hingga siang beliau baru membalas

“sama-sama nak’’  kulaih yang bener, uang itu gunakan untuk keperluan yang penting juga jangan di sia-siain uang mu.”

Mulai dari sms itu aku berjanji tuk menghargai uangku seberapa besarpun itu, bahkan uang recehpun kusisihkan dan ku kumpulkan, mungkin saja nanti berguna sewaktu-waktu. Cerita ini memang benar-benar terjadi pada kehidupanku saat dimana tanggal tua menghampiri, setelah mendapatkan kiriman bulanan itu aku jadi jarang ikut-ikutan ngadem dan beradu vocal bareng teman-teman, hal itu mampu mengurangi pengeluaran ku dan “Alhamdulillah” hingga saat ini tatkala tanggal tua menghampiri aku jadi gak gelabakan lagi dan semua uang bulananku cukup untuk sebulan dan terkadang ada lebihan sedikit.

Cara belanja keperluanku kini aku menerapkan gaya anak kos banget yakni mencarai suatu Toko Online maupun supermarket-supermarket yang mengadakan PROMO besar-besaran dari sana aku bisa menghemat banyaknya pengeluaran selama sebulan sehingga keperluanku selalu tercukupi untuk kedepannya. Demikian Pengalaman Tanggal Tua Yang Mengenaskan yang pernah ku alami selama aku menjadi anak rantauan atau anak kosan. Nih Video #JadilahSepertiBudi yang bakal menggambarkan bagaimana tanggal tua yang tlah terjadi padaku. Kurang lebih begininalh rata-rata anak kos di saat tanggal tua datang.


"Alhamdulillah” 1 JUTA PERTAMA DARI BLOG RANAH KEHIDUPAN

1 juta pertama
Alunan ponsel sore itu berbunyi dengan jelasnya dengan nomor yang tak ku kenal kaarena tak ada di kontakku, dengan rasa malas dan ngantuk berat, ku angkat ponsel lamaku itu, 

“Selamat sore apa betul ini saudara Nanang Rizky Wijaya ?”
“Iya betul ini Nanang Rizky Wijaya”
“Selamat ya pak anda salah satu pemenang lomba blog BNI DEBIT ONLINE, pesan sudah saya kirim Via DM twitter harap secepatnya membalas pesan kami”
“Oh ia terimakasih banyak ya, paling lambat kapan ngirim data dirinya?”
“15 Januari paling lambat secepatnya ya pak ngirim data dirinya, hadiah akan kami proses setelah data diri anda lengkap”.

Keluhan Seorang Mahasiswa Tingkat Atas

keluhan seorang mahasiswa
Namaku Nanang Rizky Wijaya, mahasiswa teknik informatika yang sangat santai sepanjang sejarah perkuliahan, namun akhir-akhir ini kesantaianku terusik dengan datangnya serangan berupa tugas-tugas yang tak ada titik penyelesaiannya dalam waktu singkat, semua tugas kali ini memaksaku untuk berusaha sendiri tanpa mengharap teman, maupun dosen, mereka hanya mementingkan diri mereka sendiri itu sudah pasti, karena mereka juga sama-sepertiku yang terkena serangan membabi buta dari para dosen .

Tugas ini mulai menumpuk layaknya seperti bak sampah, jika sudah kosong selalu di isi lagi dengan sampah-sampah lainnya, begitu juga dengan tugas semester 5 yang sedang aku hadapi saat ini, dosen tak peduli sudah seberapa banyak tugas yang sedang aku emban], mulai dari menghitung, membuat laporan hingga mendiskusikan sebuah teknologi yang berkembang saat ini, padahal tugas yang kami bat ini kemungkinan besar tak berguna dikala kami nanti memasuki dunia kerja, apakan kalian sering beranggapan begitu juga ???

Dosen taunya hanya tugas kami harus selesai di tanggal yang telah di tentukan, tanpa mengetahui bagaimana rasanya mengerjakan tugas ini satu per satu,, ooowwh, ,, persepsiku salah ternyata Dosen sangat mengetahui rasanya menjadi seorang mahasiswa karena dulunya beliau juga pernah menjadi seorang mahasiswa seperti kami ini. Apakah mungkin tugas-tugas berat yang diberikan dosen ke mahasiswanya adalah sebuah ajang balas dendam mereka ?? atau mugkin Dosen tersebut sedang mengospek kita ??, itu hanya pertanyaan-pertanyaan konyol yang saya pikirkan malam hari ini.

Apakah dengan tugas yang di bebankan ke setiap mahasiswa akan menghasilkan mahasiswa yang berkualitas pula ? jawabanya tergantung jika kalian menjadi dosen pasti jawabanyya [YA] namun jawaban [TIDAK] akan keluar dari kebanyakan mahasiswa seperti saya ini, mengapa demikian ? karena setiap tugas yang ada selalu ada jawabannya di internet, inilah yang membuat mahasiwa malas berpikir logis dan pola piker mereka tak akan penah berkembang, maka dari itu TUGAS itu tidak penting bagi saya.

Seberapa banyak tugas yang diberikan dosen, pastinya akan saya selesaikan tepat waktu, tepat waktu disini saya anggap jika hendak Deadline baru saya segera rampungkan tugas ini,untuk salah atauppn benar itu tergantung masing-masing penilaian dosennya, jika dosennya ringan tangan maka tinta di ujung penanya akan meberikan nilai yang BAIK namun jika dosennya sangat berat tangan, ya sudah pasti milai yang muncul akan CUKUP.

Sebenarnya mengeluh itu hanya memperlambat kita untuk menyelesaikan tugas, namun apa daya ? pintar ataupun bodohnya seseorang pasti akan tetap mengeluh jika di hadapkan dengan persoalan yang sangat berat seperti persoalan yang sedang saya dan teman-teman saya hadapi. Bukan hanya mahasiswa saja yang mengeluh tentunya dosen juga sering mengeluh daripada kita, tidak percaya kah ?? silahkan tanyakan langsung sengan yang berkaitan.

Demikian keluhan saya yang sebenarnya tak bermanfaat, namun akan bermanfaat jika kalian bisa mengambil sedikit makna dari keluhan saya ini .
Menjadi mahasiswa itu mudah tapi sulit di jalani

Secuil Ungkapan Untuk Ayah "Happy Fathers Day"

ELAMAT HARI AYAH SEDUNIA
LITTLE FAMILY
Hari ayah sedunia merupakan hari yang di peringati setiap tanggal 11 November, hari ayah sangat berperan penting untuk meningkatkan rasa sayang kita terhadap ayah namun bagaimana jika seseorang sudah di tinggal ayahnya terlebh dahulu ? sebagai anak yang berbakti tentunya seseorang tersebut akan mengirimkan doa spesial untuk kenyamanan ayahnya di alam sana.

Tanggal 11 November kemaren saya lupa mengucapkan "Happy Fathers Day" untuk ayahku sendiri, karena kesibukan yang datang bertubi-tubi, di balik kelupaan tersebut doa yang terus terucap untuk beliau selalu saya panjatkan di setiap sujudku. yang terpenting bukan ucapan yang keluar dari mulut ini namun sebuah doa anak untuk anaknyalah yang paling utama. di hari ayah yang jatuh pada 11 November kemaren saya megharapkan, kesehatan selalu ada pada diri beliau, sehingga saya bisa terus bersama dengannya "Always beside me father" .keluarga kami tak sebesar keluarga besar pada umumnya, kami hanyalah keluarga kecil yang mengutamakan kebersamaan dengan kepemimpinan sosok ayah ku yang sangat tangguh keluarga ini menjadi keluarga yang damai dan tentram, sumoga bukan untuk hari ini tapi untuk seterusnya hingga akhir zaman nanti.

Ayah teruslah menjadi ayah yang bisa memimpin keluarga ini hingga saya bisa berkeluarga nanti, tetaplah menjadi ayah yang terus menyayangi anak-ananya meski anakmu ini masih belum bisa membalas segala budi baik mu hingga saat ini, Ayah terimakasih telah memberikan pendidikan kepadaku hingga setinggi ini, mungkin dulu ayah menginginkan study seperti ku saat ini, namun biaya di waktu dulu sangat susah di cari, dan sekarang anakmu yang nakal ini kan mewujudkan keinginanmu yang dulu kau tak bisa nikmati.

Saya bisa merasakan bagimana engkau banting tulang demi menafkahi kami, merasakan kelelahan setiap hari dan rasa sakit yang selalu ada di sekujur tubuh. namun kau hadapi hari-harimu penuh senyum dan tak ada satu katapun keluhan yang keluar dari mulutmu, sungguh ayah yang tangguh dan tak ada penggantinya di dunia ini.

Teringat sewaktu dulu di kala umurku masih 2-3 tahun engkau hanya bisa bermain dengan ku dikala pekerjaanmu libur,bagaimana tidak ??  engkau harus bekerja  pukul 06.00 pagi dan diriku masih tertidur pulas di dekapan sang ibu yang melindungiku dari hawa dingin di luar sana. tapi tidak dengan engkau, engkau sudah terbiasa menerjang hawa dingin itu sehingga tak merasakannya lagi, engkau bekerja kepanasan, kedinginan dan kehujanan demi menafkahi kami hingga senja menghampiri, engkau pulang larut malam dan hanya mendapati ku sudah tertidur pulas dengan selimut di badanku.kau tak bisa bermain dengan ku, Maafkan aku Ayah.

TERIMAKASIH TELAH MENJADI AYAH YANG BAIK UNTUK KU, YANG SELALU MENDENGARKAN KELUH KESAHKU, MESKI AKU TERKADANG BOSAN MENDENGARKAN WEJANGAN-WEJANGAN YANG SANGAT PANJANG KELUAR DARI MULUT MU, NAMUN SEKARANG AKU SADAR BAHWA WEJANGAN TERSEBUT SANGAT BERGUNA UNTUK MEMOTIVASIKU DI HARI INI, WEJANGAN TERSEBUT MENJADIKAN KU PRIBADI YANG LEBIH BAIK MESKI AKU DI RANAH ORANG, SEKALI LAGI TERIMAKASIH "AYAAAH"

Rekayasa Perangkat Lunak Sungguh Kejam !!!


rekayasa perangkat lunak
Rekayasa perangkat lunak ialah salah satu mata kuliah yang sangat horror bagi mahasiswa semester 5, bukan hanya saya yang merasakan ke-horroran mata kuliah ini, semua yang mengambil matakuliah ini merasakan kengerian yang sungguh sangat teramat dalam, bagaimana tidak...

1. Dosennya bertindak seperti pembunuh berdarah dingin,
Penampilan biasa saja, ngomongnya itu yang sangat pedas untuk di dengar, kicauan yang banyak mengandung makna namun sangat sulit untuk di terima akal, bisakah kalian membayangkannya ??
tak mungkin bisa kalian membayangkannya jika tak langsung terjun ke TKP. Sekali ngomong masalah tugas kuliah kelas langsung hening seketika. karena tugas yang di berikan gak tanggung-tanggung, MAKALAH dan MAKALAH. dengar Nama MAKALAH saja sudah bosan apalagi menjalaninya. [Lupakan].

2. Tidak ada yang namanya UTS
"Uts diganti dengan ngerjakan makalah ya". seketika ruang kelas gaduh, kegaduhan tersebut melambangkan betapa bahagianya seorang mahasiswa yang tak akan menghadapi UTS dengan dosen pembunuh berdarah dingin ini. Tidak dengan saya "saya berfikir jika UTS di tidakan pasti ada kesulitan lebih yang akan saya hadapi"  benar saja, "UTS nya kalian harus membuat makalah REKAYASA PERANGKAT LUNAK dengan memperhatikan tahapan-tahapannya sebagai berikut ya-----..... . .. .. .  . . ." dalam hati "oke saya akan menjalaninya".  

3. "UASnya Lisan ya" !!!
Yang saya fikirkan mengenai kesulitan yang melebihi apapun terjadi adanya, UTS lisan satu demi satu maju menghadapi Pembunuh berdarah dingin, suatu Keistimewaan tersendiri buat saya untuk melatih mental, mungkin temen saya yang lain juga merasakan keistimewaan itu, selamat berjuang kawan , semoga UAS nanti kita sukses semua, AAMIIN

ketiga alasan tersebutlah yang membuat saya menyebutnya sebagai dosen pembunuh berdarah dingin, semoga beliau suka dengan nama yang saya berikan untunya, hehe. ada beberapa wejangan yang saya dapatkan saat berada di ruangan yang beliau masuki.

semuanya ada di tangan kalian, kalau kalian mengerjakan makalahnya dengan kasus yang PREMIUM maka nilainya juga PREMIUM.
wejangan yang satu ini memotivasi saya sendiri bahwa saya harus bisa melampaui kemampuan diri saya sendiri coba lagi dan lagi. mungkin ini merupakan mata kuliah terberat di semester 5 ini meski hanya 2 SKS mendapatkan sebuah nilai premium merupakan kebanggaan tersendiri buat saya.